” Pengalaman adalah Guru yang terbaik “
Pepatah itu memang ada benarnya. Tanpa pengalaman mungkin kita akan mengalami kebingungan, seperti halnya yang saya alami.
Pada saat masih menggunakan OS Ubuntu, sudah terasa familiar ketika bermain – main di Konsole / Terminal. Tetapi karena di tempat kerja memakai OS Windows ternyata kebingungan juga ketika bermain – main di Command Prompt … Hehehe..
- Menjalankan MySQL di XAMPP pada Command Prompt
Untuk menjalankan MySQL di XAMPP pada Command Prompt, user diharuskan masuk ke dalam direktori di mana MySQL berada. Pada OS Windows biasanya berada di C:\xampp\mysql\bin. Ada sedikit perbedaan perintah antara di Ubuntu dan di Windows. Pada Ubuntu biasanya untuk masuk direktori menggunakan perintah ( cd.. ) ( tanpa spasi ), sedangkan di Windows menggunakan perintah ( cd .. ) ( menggunakan spasi ).
Ada perbedaan pada saat user masuk sebagai ” root ” dengan user yang masuk tanpa menggunakan nama usernya. Salah satunya adalah saat melihat daftar Database yang ada. Berikut ini gambarannya.
- Perintah – perintah Dasar MySQL
Perlu diketahui bahwa perintah – perintah dasar MySQL terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :
- DDL ( Data Definition Language )
- DML ( Data Manipulation Language )
.:: DDL ( Data Definition Language ) ::.
Data Definition Language adalah perintah SQL yang berselalu berhubungan dengan pendefinisian struktrur suatu database. Perintah yang termasuk dalam Data Definition Language adalah :
- Create
- Alter
- Rename
- Drop
.:: DML ( Data Manipulation Language ) ::.
Data Manipulation Language adalah perintah SQL yang selalu berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam suatu tabel. Perintah yang termasuk dalam Data Manipulation Language adalah :
- Select
- Insert
- Update
- Delete
Beberapa implementasi dari perintah – perintah di atas adalah sebagai berikut :
=: Membuat Database :=
CREATE DATABASE namaDatabase;
=: Melihat Database :=
SHOW DATABASES;
=: Menghapus Database :=
DROP DATABASE namaDatabase;
=: Membuat Tabel :=
Sebelum membuat tabel, harus menggunakan salah satu database terlebih dahulu. Perintahnya :
USE namaDatabase;
Setelah itu baru membuat tabel. Perintahnya :
CREATE TABLE namaTable (
namaField1 typeField1(panjangField1),
namaField2 typeField2(panjangField2)
);
=: Melihat Tabel :=
SHOW TABLES;
=: Melihat Struktur Tabel :=
DESC namaTabel;
atau
SHOW COLUMNS namaTabel;
=: Menghapus Tabel :=
DROP TABLE namaTabel;
=: Mengisi Data Pada Field :=
INSERT INTO namaTabel (namaField1, namaField2,…)
VALUES (“isiField1″, “isiField2″,…);
=: Melihat Data Pada Field :=
SELECT * FROMĀ namaTable;
Berikut ini adalah screenshot contoh perintah – perintah di atas:






Komentar Terakhir